imhappyforyou

Tuesday, March 20, 2012

b l o o d type B

Phuwahahaha... Gue banget.

Iya gitu?

Yes I am :D

l i k e this pisan! Suka-suka gw!

ga juga ah~

exactly!

oleh-oleh setelah nyasar di ksrpmi-ittelkom ;)

Sunday, March 11, 2012

Life is Just Like a Game, You Know?


There are similarities between life and game:
1. When you decide to choose the CD you take to play from many of CDs in front of you (absolutely they are different type of games), It means you choose your way or destination of life to sail. You choose the CD maybe due to your curiosity or interest, like you are that need a life you fully wish.
2. When you run the CD, you will see “press start the button” that means you ‘start’ you wished life.
3. You will face every single level in that game. The level is getting harder and harder from level to level. At the first level, you will be guided how to ‘start’ your life smoothly and no significant obstructions until you could go away yourself. Gaining level is to test how good you are in facing the difficulties of every level. The faster you finish the problem, the faster you come to next level. This is what will prove what you are.
4. You can pass the level by any of ways :
a. Just go away
You run the story line level by level. No extreme ambitions. You are a man or woman who enjoys the process. You don’t really worry to what happen next.
b. Using ‘cheat’
Maybe you are just like “a”. The difference is you have the best resistance of any problem around you in every level. You pass every level without pain, serious struggle, and no fight! You are guaranteed.
c. Knowing the ‘password’ to skip to the higher level without through the level. This kind of way aims that you are a clever gamer. You could work better than any player. So, you could take ‘better position’ just because you know the ‘password’.
5. Facing the ‘boss’ means that you face ‘the real problem’. If bosses in the game had been passed, you will be the ‘one-and-only boss’. And if you want to replay the game sometime, you already how to face the boss. That means the problem is usual for you.

sumber: abuanshar

Malulah pada Rumput yang Bergoyang


Diperhatikan merupakan keniscayaan. Seringkali kita tidak sadar dan menyadarkan diri bahwa tiap saat diperhatikan. Baik oleh makhluk ghaib maupun zhahir. Malaikat yang tidak pernah lengah dengan tugasnya, bani syaithon yang suka melena-lenakan, dan manusia yang suka mencari kelenaan.
Sudah sunnatullah, manusia dengan kealpaannya tak akan bisa berdiri sendiri memperbaiki diri. Dengan demikian justru bentuk perhatian ini merupakan kenikmatan. Nikmat bagaimana menyadarkan diri agar tidak menampakkan aib sendiri, nikmat untuk menjaga akhlaq agar tetap santun lagi menyenangkan sesama, nikmat untuk menahan kelepasan marah dan bercanda. Nikmat itu hadir dengan hadirnya malu, indikasi keimanan.

Wednesday, February 22, 2012

19 Februari

Kebetulan atau takdir?
Mungkin setahun sekali adalah waktu yang cukup untuk menemukan kembali sesuatu yang hilang.
Bagiku hilang. Bagimu hanya masalah ada dan tiada. Hadir atau tidak. Mungkin.
Kalau saja keterbatasan ruang dan waktu bisa memberi kita sedikit waktu untuk bertukar kata tentang apa yang selama ini kita pahami,
Aku akan sangat bahagia.
Jika Tuhan tidak menakdirkan segala keajaiban masa-masa yang terlewati dulu,
Aku tak akan pernah seperti ini. Kamu tak akan pernah seperti itu.
Barangkali, di tahun-tahun berikutnya, bukan setahun sekali aku menemukanmu,
mungkin lima tahun sekali?

Thursday, February 16, 2012


Rindu.
Hamba rindu serindu-rindunya.
Menyesak, menyelesak ke yang terdalam.
Hanya ingin kembali.

Tuesday, February 7, 2012

Teori X dan Teori Y

Teori ini diungkapkan oleh Douglas McGregor yang mengemukakan strategi kepemimpinan efektif dengan menggunakan konsep manajemen partisipasi. Konsep terkenal dengan menggunakan asumsi-asumsi sifat dasar manusia. Pemimpin yang menyukai teori X cenderung menyukai gaya kepemimpinan otoriter dan sebaliknya, seorang pemimpin yang menyukai teori Y lebih menyukai gaya kepemimpinan demokratik. Untuk kriteria karyawan yang memiliki tipe teori X adalah karyawan dengan sifat yang tidak akan bekerja tanpa perintah, sebaliknya karyawan yang memiliki tipe teori Y akan bekerja dengan sendirinya tanpa perintah atau pengawasan dari atasannya. Tipe Y ini adalah tipe yang sudah menyadari tugas dan tanggung jawab pekerjaannya.