D 3932 TH. Kata pertama yang terlintas di benak: DEATH.
Ya siapa tahu. Cepat atau lambat :) pasti!
Masih terngiang suara khasnya menyebut-nyebut nama mu ya Rasul. Sampai terharu aku dibuatnya. Sampai hati tak bisa meneteskan air mata. Seperti belaian lembut yang asing menenangkan, mengenggam.Ingin rasanya setiap pagi aku mendegar suaranya, menunggu kisahnya, menyaksikan keingintahuannya, lebih banyak, lebih dalam.Semoga.
~pagi yang dingin, meler terus.
Kadang keganjalan membuat kita larut. Takut untuk memisahkan diri. Padahal hal itu lebih baik daripada terbawa arus. Dan akhirnya karena terlalu banyak berpikir, pusaran itu semakin membawa kita jauh kedalam kenaifan, kita terus berayun bersama gelombang, walau kadang tepi menyambut, ketakutan selalu memenangkan hati kita.
Itulah spasi, saat kita tidak mengenali diri sendiri, melakukan hal-hal seperti boneka, dimainkan. Dipermainkan.