Kebetulan atau takdir?
Mungkin setahun sekali adalah waktu yang cukup untuk menemukan kembali sesuatu yang hilang.
Bagiku hilang. Bagimu hanya masalah ada dan tiada. Hadir atau tidak. Mungkin.
Kalau saja keterbatasan ruang dan waktu bisa memberi kita sedikit waktu untuk bertukar kata tentang apa yang selama ini kita pahami,
Aku akan sangat bahagia.
Jika Tuhan tidak menakdirkan segala keajaiban masa-masa yang terlewati dulu,
Aku tak akan pernah seperti ini. Kamu tak akan pernah seperti itu.
Barangkali, di tahun-tahun berikutnya, bukan setahun sekali aku menemukanmu,
mungkin lima tahun sekali?
Wednesday, February 22, 2012
19 Februari
Sunday, February 19, 2012
Friday, February 17, 2012
Thursday, February 16, 2012
Tuesday, February 7, 2012
Teori X dan Teori Y
Teori ini diungkapkan oleh Douglas McGregor yang mengemukakan strategi kepemimpinan efektif dengan menggunakan konsep manajemen partisipasi. Konsep terkenal dengan menggunakan asumsi-asumsi sifat dasar manusia. Pemimpin yang menyukai teori X cenderung menyukai gaya kepemimpinan otoriter dan sebaliknya, seorang pemimpin yang menyukai teori Y lebih menyukai gaya kepemimpinan demokratik. Untuk kriteria karyawan yang memiliki tipe teori X adalah karyawan dengan sifat yang tidak akan bekerja tanpa perintah, sebaliknya karyawan yang memiliki tipe teori Y akan bekerja dengan sendirinya tanpa perintah atau pengawasan dari atasannya. Tipe Y ini adalah tipe yang sudah menyadari tugas dan tanggung jawab pekerjaannya.
Monday, February 6, 2012
Monday, January 23, 2012
Khalid bin Walid
Yarmuk Ketika panji elang muda berkibaran
Kuda yang dinaiki Khalid pun seolah merasakan aura
itu. Aura kemegahan sebuah pasukan. Di mana-mana berkibar panji elang muda dan
kedengaran tetabuhan perang. Tuan yang kini duduk di atas punggung kuda itu
adalah panglima nan perkasa. Kata-katanya sekuat karang, energinya segelombang
samudra, taktiknya setajam pedang.
Khalid menghela kudanya menuju Abu 'Ubaidah, sementara
di kejauhan pasukan Romawi telah berkumpul di lembah sempit dengan pongah. Di
tangan mereka pedang dan terompet-terompet yang bunyinya menyaingi petir.
Kuda Khalid telah begitu dekat dengan kuda Abu
'Ubaidah. Keduanya bersisihan ketika Khalid mengatakan apa yang hendak dia
sampaikan. "Aku akan memerintahkan sesuatu."
Abu 'Ubaidah mengangguk takzim. "Katakan apa yang
Allah perintahkan kepadamu. Aku akan mendengar dan mematuhi."
"Romawi memiliki pasukan yang tak
terbendung." Khalid menatap kejauhan. Ke arah gereombolan lawan. "Aku
menghawatirkan bagian kanan dan kiri. Aku mempunyai pendapat untuk memecah
pasukan berkuda kita menjadi dua bagian; keduanya akan kuletakkan di bagian
belakang pasukan. Sebelah kanan dan kiri, sehingga jika musuh menyerang, mereka
masih memiliki bantuan. Kita akan datang di belakang mereka."
Abu 'Ubaidah tersenyum cemerlang. "Alangkah
brilian idemu, Khalid."
"Aku perintahkan engkau untuk berada di bagian
belakang pasukan, Abu 'Ubaidah." Khalid menatap lurus ke titik mata Abu
'Ubaidah, "Paling belakang. Sehingga jika ada aggota pasukan kita yang
menyerah dan hendak lari ke belakang, mereka melihat dirimu. Dengan begitu
mereka akan malu kepadamu dan kembali ke medan perang."
Subscribe to:
Posts (Atom)



